Psikologi terbalik

Labels: ,

Saya menemukan sebuah postingan blog yang cukup menarik buat saya, mengenai reverse psychology atau psikologi terbalik, diambil dari blog mbak Nurul Kodriati pada alamat  http://nurulkodriati.blogspot.com/2009/09/jitu-dengan-psikologi-terbalik.html ...

Berikut isinya ...


“Males apdet (update)status ah,” Status seorang teman di FB.

Apa ia benar-benar malas meng-update status? Bukankah ia tidak perlu mengganti atau menulis status baru jika ia benar-benar malas. Untungnya ia adalah seorang psikolog sehingga ketika saya bilang, ”Psikologi terbalik tuh”, Ia bisa paham.

Psikologi terbalik, reverse psychology, dikeluarkan pertama kali oleh duo Adorno dan Horkheimer tahun 1970-an. Inti dari teori ini adalah mengatakan pada orang lain sesuatu yang berlawanan dengan apa yang Anda ingin mereka lakukan atau percaya. Teori ini mempercayai bahwa orang akan merespon berlawanan atau berkebalikan dari perintah yang diberikan kepada mereka.

Kita sangat akrab dengan aplikasi teori ini sebenarnya. Sewaktu kecil saya sangat suka bermain di luar rumah. Saya sukses menceritakan pengalaman-pengalaman sehingga ibu lupa memarahi saya. Tapi tidak dengan bibi saya. 

“Asyik ya main, enak tuh kalau diterusin sampai Isya”, Katanya.

Lalu apakah saya junior benar-benar menuruti perintahnya untuk melanjutkan bermain? Itu adalah sindiran tajam dan saya tahu saya bersalah sehingga cepat-cepat masuk rumah. Trik ini memang sangat jitu dilakukan pada anak-anak. Tapi penggunaan yang berlebihan diyakini bisa mengganggu harga diri si anak.

Anyway, saya mengikuti beberapa milis. Beberapa kali saya temui anggota milis tiba – tiba mengirimkan email yang sangat emosional.

“Milis ini tidak berguna! Buat apa saya mengikuti milis ini? bla.bla.bla”.

Benarkah itu apa yang ia rasakan? Hmm,..mungkin saja ia benar-benar marah. Tapi menurut saya akan lebih efektif jika ia segera saja unsubscribe, diam-diam. Tidak perlu menunjukkan kemarahan pada anggota milis yang lain. Tidak ada gunanya. Ekspresi marahnya menurut saya justru ungkapan bahwa ia peduli dan sebenarnya dia berharap milis ini dapat lebih baik. Dia anggota yang baik.

Sering kita menggunakan psikologi terbalik ini tanpa kita sadari. Trik ini mungkin digunakan laki-laki atau perempuan untuk menguji kesungguhan pasangannya. Jika si dia pernah mengatakan, ”Ayolah, cari yang lain! kan masih banyak yang lebih baik!” Respon Anda? Turuti saja apa yang diucapkannya. Mengikuti permainannya akan membuat dia penasaran dan terkadang manjur untuk kelanggengan sebuah hubungan.
Apakah ia bersungguh-sungguh menyuruh Anda untuk mencari yang lain? mungkin saja. Tapi logikanya begini. Kalau ia memang tidak suka bisa saja dia mengacuhkan segala kontak dengan Anda. Ringkasnya anggap Anda tidak ada, itu adalah cara efektif, meski menyakitkan, untuk menunjukkan bahwa kita tidak memberikan peluang sama sekali.

Bisa dimengerti jika orang mengatakan, ”Lawan dari cinta itu bukan benci tapi cuek, ketidakpedulian, ignorance”.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Menarik bukan?


Saya seringkali menemui dan melakukan hal ini. 

Contohnya, diforum-forum komunitas, seringkali saya menjumpai spoiler alert dengan judul 'Jangan dibuka!' tetapi kalimat itu membuat kita penasaran dan akhirnya saya malah membuka spoiler tersebut. Sehingga secara tidak langsung 'Jangan diklik!" itu, buat saya, atau mungkin Anda juga, adalah perintah untuk meng-klik spoiler tersebut. Namun, apakah ini berarti bahwa 'don't is a new yes/do?' ... 


Kalau ada yang gratis, kenapa harus bayar?

Labels: ,

Kalimat itulah yang menjadi pedoman saya selama beberapa bulan belakangan. Agak egois memang. Tapi bukankah itu masuk akal? Buat apa kita bersedia mengeluarkan uang dengan jumlah besar kalau ternyata sebenarnya hal itu bisa kita dapatkan dengan gratis. Dengan begitu, kita bisa menyimpan dana kita untuk pengeluaran-pengeluaran yang tidak bisa dicari gratisannya.

Kita tahu bahwa manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas jumlahnya demi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mereka, dimana kebutuhan-kebutuhan itu mengharuskan mereka mengeluarkan sumber daya yang mereka miliki. Apa jadinya jika ada beberapa kebutuhan mereka itu yang bisa didapatkan dengan gratis? Tentu mereka akan mengambil gratisan itu bukan?

Lalu apa jadinya jika hal yang gratis itu digantikan dengan 'hal' yang serupa tetapi diharuskan membayar dengan jumlah yang jauh lebih murah dari yang seharusnya? Saya berpikir dua kali untuk bersedia membayar, karena mungkin saja gratisan itu masih ada, hanya saja keberadaannya agak terselubung. Dibutuhkan kemauan, kerja keras, dan semangat tinggi untuk menguak keberadaan 'sang gratisan' ini ... dan memang itulah yang saya lakukan, sampai akhirnya saya berada pada level tertinggi keputusasaan dan terpaksa membayar 'hal' tersebut.

Ah, dasar mental gratisan.


Getting A New Look!

Labels:

Hello world, 

Welcome again. I Just renewed this blog with this awesome blogger template. Angry Birds. YEAAH. 
*getting excited*

Does it means that i'll start to write and update the blog regularly? Hope so. Just see what happens folks!
Now, i'm getting tired. It's 03.26 in the morning. Catch with ya'll guys later. *does anybody really read this?*
Hahahaha.

Selamat Datang Kembali

Labels:

Blog ini gue buat udah cukup lama. Cuma jarang banget gue update dengan tulisan-tulisan “murni” karya gue, hehehe. Kalo gak salah postingan terakhirnya adalah postingan asal dan copas berisi video C.I.N.T.A (bukan C.I.N.T.A –nya band D’Bagindas. C.I.N.T.A ini dibaca dengan pengucapan inggris: si ai en ti ei. Sebuah lagu yang kalo ga salah dinyanyikan sebuah band asal Malaysia, yang dulu pernah hits dikalangan anak-anak kelas XI IPS-2. Sekarang postingan itu udah gue hapus. Yak, postingan terakhir gue adalah waktu gue kelas XI. Itu berarti lebih dari satu tahun yang lalu.

Ada alasan kenapa gue nggak pernah ngotak-ngatik blog gue hingga akhirnya mati suri begini. Pertama, Malas, tentu saja. Kedua, stuck, gak tau mau nulis apa. Ketiga, karena waktu itu gue ngeblognya masih dari warnet ke warnet, yang tentu ngabisin banyak duit jajan. Keempat, sibuk dengan urusan sekolah dan urusan masa depan. Hehehe . .

Sekarang, Alhamdulillah, gue udah diberikan fasilitas yang memungkinkan gue buat nulis dan mosting ke blogger setiap saat. Ditambah lagi, urusan sekolah sudah tamat dan lapak kuliah telah didapat. So, gue bertekad untuk terus membuat blog gue ini hidup dan eksis di kancah perbloggeran nasional. Halah. Selain itu, gue juga tertarik untuk menjadi scriptwriter, makanya gue pertahanin blog ini sebagai media mengasah kemampuan menulis gue (walaupun tulisan gue di blog ini nantinya gak ada hubungannya sama sekali dengan dunia scriptwriting). Mudah-mudahan cita-cita gue untuk menulis naskah sebuah film bener-bener kesampean.

Intinya, gue cuma mau bilang kalo blog gue yang mati suri ini insyaalah akan kembali gue update secara berkala. Akhir kata, “Selamat Datang kembali di blog gue guys !!!”

Kapan Bisa Nyumbang Piala buat Smansa?

SMA N 1 Depok, Smansa kita menyebutnya, adalah tempat gw selama ini menuntut ilmu. Konon, SMA N 1 Depok adalah SMA Negeri terbaik, terunggul, ter-the best (loh…?), terhebat, ter- apa lagi yaph?, pokoknya semua ter-x ( dengan x = positif alias yang baik aja) dikota Depok. Ada yang bilang, siswa-siswi yang berhasil masuk smansa adalah siswa-siswi pilihan dan biasanya bagus dalam bidang akademis. Gimana gw nggak terbang dengernya? Hahaha… kalo gitu dengan melihat persamaan diatas, artinya gw siswa pilihan dan bagus akademisnya dong? Ooeekk….

Kenyatannya smansa memang begitu, semester pertama gw sekolah disini, gw udah mulai muak dengan semua tugas, pee r, ulangan yang banyak banget. Seolah-olah guru tuh lomba men banyak-banyakan ngasih tugas kemuridnya. Korbannya, siswa-siswi malang jaya gw iniyang klepek-klepek. Saat seperti inilah muncul karaktersiswa-siswi smansa yang asli, ada yang selalu ingin perfeksionis, jadinya egois kalo ngerjain tugas apalagi kalo tugasnya kelompok ( bagi yang tersinggung… maaf… ini masukan) , ada yang standar aja, dia ngerjain tugas sebisa dia kalo nggak ngerjain tugas, dia ngeles, dan gurunya percaya karena tuh bocah tipe anak baik-baik. Ada yang kurang peduli dengan tugas bahkan kasaranya nggak peduli sama sekali dengan tugasnya, seperti si….

Selain itu smansa juga atmosfernya religius banget. Ada yang bilang, SMA N 1 Depok itu singkatan dari “ Sekolah MAN (Madarasah Aliyah Negeri) 1 Depok, mungkin karena religius mungkin. Yang pasti singkatan konyol itu jelas salah karena kata “sekolah” dan “madrasah” itu kan masih sodaraan.

Kalo musim Olimpiade Nasional, wuiihh, anak smansa khususnya anak SC (Student Club) pada bertarung untuk memperoleh “kehormatan” mewakili smansa di ajang bergengsi itu. Biasanya sih smansa lolos tingkat kota depok, tingkat jabar, dan setiap tahun pasti nyampe tingkat nasional. Tahun kemarin ajah, smansa bisa ngirim 9 orang ke makassar (tuan rumah OSN 2008) yang katanya sekolah yang mampu mengirimkan wakil paling nbanyak (9 orang) dan pulangnya bawa beberapa medali. Siapa senang, ya keluarga besar smansa lah, mereka kan bikin nama smansa harum di panggung nasional. Oh iya, kemaren bokap gw katanya pernah liat anak smansa masuk tipi (loh…? Emang muat?... udah ah,,, Jayus…), ikut lomba berskala internasional gitu dah tapi ngga tau lomba apaan. Bokap gw ceritanya sambil mesem-mesem gitu, bangga mungkin punya anak yang bisa sekolah di sma yang punya prestasi begitu. Kalo dipikir-pikir… kenapa bokap gw harus bangga? Emangnya gw yang menang? Masa bokap gw bangga juga ama gw mentang-mentang gw sekolah disitu? Gw kan Cuma orang yang mendompleng kesuksesan orang lain. Lagian smansa mana ya yang dia liat?

Hikz…Hikz… jadi miris ngeliatnya, gw sekolah dismansa tapi gw belum pernah meyumbang secuil pun kejayaan buat smansa. Apa yang patut dibanggakan dari gw? Kasiannya bokap gw…. Gw… seperti halnya semua anak smansa pastinya pengen ngasih piala buat smansa, tapi kapankah waktu yang ditunggui itu kan menghampiri diriku yang naïf ini? Padahal, normalnya gw sekolah dismansa tinggal satu setengah tahun lagi. GW MAU NYUMBANG PIALA BUAT SMANSA. Tapi gimana? Masih banyak orang-orang pintar yang harus disingkirkan. Ngomong-ngomong dari bidang apa gw akan nyumbang piala itu….

Mari kita berbincang…..

Kamu:
“Gimana kalo Kalo dari Biologi, Fisika, Kimia, aja, kan keren tuh“
Aku :
“Kalo dari Biologi, Fisika, Kimia, jelas itu hamper nggak mungkin karena bidang gw kan social. Lagian itu jenis makhluk apa sih? Nggak kenal gw.
Kamu:
“Bagaimana kalau dari Sosiologi, Ekonomi, Geografi?
Aku:
”Ada kemungkinannya sih, tapi keciiiillll banget. Gw ngga tergabung dalam SC, padahal kalo ada lomba-lomba gitu anak SC yang diutamain. Uhhhhhh…. Jadi piala itu hanya dalam khayalan gw,,,,,
Kamu:
"Terserah Antum deh...!!!"


Marilah ku ajak dalam dunia khayalanku

Diakhir upacara itu protocol bergumam (Bergumam…? pelan banget…?) “Pengumuman…Pengumuman” Jantung gw rasanya mau copot karena tau yang akan dipanggil itu gw. Bu Eka berkata, "Inilah prestasi siswa-siswi smansa dari ajang OSN 2009, Medali Emas bidang Ekonomi diraih oleh “AGUNG PRATAMA SADEWA” kelas XI IPS-2 Sementara nama yang disebut udah menghilang terbang melayang ke langit ketujuh. Kemudian gw maju, medalinya diberikan, ke bapa kepsek, pak kepsek mengangkat tinggi-tinggi benda kejayaan itu. Dan gemuruh tepuk tangan menenggelamkan gw pada kebahagiaan.


Sekarang kuajak engkau keluar dari khayalan bodoh itu….

Uh… teman, seandainya ada lomba siswa paling “TENGGO” dan siswa paling tidak aktif disekolah, jelas gw sangat diperhitungkan. Seandainya ada lomba siswa paling tidak dikenal gw juaranya, Dan sandainya ada lomba banyak-banyakan ketombe, jelas MUHAMMAD ARIEF yang menang (just kidding)

Ya udah sih,,,, Sepele ( without “R” adapted from Satrio Isnntomo) banget ngomongin piala. Piala itu mungkin bisa gw dapatkan asal gw mau belajar lebih keras. Lagian hasil belajar itu tidak harus dibayar dengan sebuah piala dan piagam kan (berusaha menyenangkan diri sendiri) Belajar itu bukan untuk mengejar angaka, tetapi belajar itu ya….. BELAJAR.





Powered by Blogger.